Selasa, 31 Juli 2018

Tak pernah puas

Kriwil mengambil ponselnya. Tak sabar ia mengabarkan pada emak. Sepeda motor kredit telah ia dapatkan. Akad jual beli telah ditandatangani. Uang muka telah dibayarkan sekian persen. Intinya, Kriwil tak perlu lagi susah payah mengejar angkot atau mengutak-atik aplikasi ojek daring.

Kriwil mengabarkan dengan bangga dan bahagia. Emak mendengar biasa saja. Reaksi yang tak sesuai ekspektasi. Merek apa? Emak bertanya dingin. Jawaban Kriwil membuat emak tambah dingin. Keluaran tahun berapa? Emak mengharap lebih. Jawaban Kriwil membuat hati emak pedih.

Kriwil tak mengerti. Emak tak pernah memuji. Atau bersenang hati. Apa yang dicapai Kriwil dengan susah payah, tak kunjung membuat emak semringah. Saat Kriwil diterima bekerja di pabrik kayu, emak mengeluh anaknya jadi buruh. Saat Kriwil bekerja di toko, emak terduduk loyo. Saat Kriwil naik tingkat menjadi guru honorer, emak tak mau pamer.

Kok beli yang begini, bukan begitu?

Kok bekerja di sini, bukan di situ?

Kok seperti ini, bukan seperti itu?

Pertanyaan emak yang rutin. Senantiasa dijawab Kriwil selogis mungkin. Pertanyaan emak yang konyol. Tak urung membuat Kriwil merasa tolol. 

Emak maunya apa? 

Emak maunya apa sih?

Emak maunya apa sih, Mak?

Pertanyaan Kriwil yang rutin. Yang hanya tersimpan dalam batin.

Kamis, 26 Juli 2018

Kajian Literasi di Provinsi Jambi

Kajian literasi dilakukan untuk mengidentifikasi kemampuan literasi pelajar usia 15 tahun (kelas X) di Indonesia, terutama dalam hal literasi membaca. Pengumpulan data kajian ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada bulan April--Mei 2018. Sekolah yang menjadi sampel kajian berjumlah sembilan sekolah di setiap provinsi dengan kriteria sudah melaksanakan UNBK mandiri tetapi belum pernah melaksanakan tes PISA (Programme for International Student Assessment).

Sekolah yang dijadikan sampel kajian literasi di Provinsi Jambi adalah SMA Negeri 2 Pelepat Ilir, SMA Negeri 3 Muarabungo, SMA Negeri 1 Jujuhan, SMA Ferdy Ferry Putra Kota Jambi, SMA Xaverius 1 Kota Jambi, SMA Negeri 1 Sungaipenuh, SMA Negeri 5 Merangin, SMA Negeri 4 Muarojambi, dan SMA Negeri 2 Muarojambi. Instrumen kajian berupa tes berbasis komputer yang terdiri atas tiga sesi, yaitu sesi tes kemampuan siswa, sesi angket siswa, dan sesi angket guru. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua sesi sekitar 2 jam. Tes yang dilakukan di sembilan sekolah sampel ini berjalan sukses dan lancar.

Berikut adalah beberapa dokumentasi yang berhubungan dengan pengumpulan data kajian literasi di Provinsi Jambi.
Siswa SMA Negeri 2 Pelepat Ilir serius mengikuti tes kajian literasi
Suasana tes di SMA Negeri 3 Muarabungo
Meskipun lelah, siswa SMA Negeri 1 Jujuhan tetap semangat mengikuti tes
Penyerahan suvenir kajian literasi kepada siswa SMA Ferdy Ferry Putra Kota Jambi
Salam literasi dari siswa SMA Xaverius 1 Kota Jambi
Siswa kelas X SMA Negeri 1 Sungaipenuh yang menjadi peserta tes
Penyerahan cenderamata kepada Kepala SMA Negeri 5 Merangin
Pelaksanaan tes kajian literasi di SMA Negeri 4 Muarojambi
Siswa SMA Negeri 2 Muarojambi memperlihatkan suvenir kajian literasi
Suvenir kajian literasi berupa dompet pensil dan buku cerita rakyat Jambi
Tim kajian literasi beserta proktor SMA Ferdy Ferry Putra

Hasil tes kajian literasi sampai saat ini masih digodok di Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Semoga hasil tes kajian literasi siswa di Provinsi Jambi bagus-bagus yaa💪😍

Logo Gerakan Literasi Nasional (gln.kemdikbud.go.id)

Maskot Gerakan Literasi Nasional (gln.kemdikbud.go.id)

Senin, 09 Juli 2018

Sibolga nauli

Kota Sibolga di kejauhan


Sudah berpuluh tahun tak menginjakkan kaki ke bumi kelahiran orang tuaku. Kecantikannya tak jua luntur. Kecantikan yang tak bisa kuungkapkan lewat kata-kata. Foto-foto berikut mungkin dapat merepresentasikan keindahan wisata laut daerah ini😍 (taken by me).



Teluk Sibolga

Berlayar ke Pulau Poncan

Menikmati senja

Tempat peristirahatan

Jumat, 06 Juli 2018

Barbar

Bahwa jabatan bisa membuat orang lupa akan janjinya, itu benar. Bahwa kekuasaan dapat mendorong seseorang bertindak semena-mena, itu benar. Itu benar, itu fakta, itu nyata.

Entah apa yang membuat kami seperti itu, padahal di pundak kami banyak harapan bersandar. Harapan agar kami dapat menciptakan lingkungan kerja menjadi lebih baik, lebih nyaman, lebih kondusif, lebih transparan.  Harapan agar kami dapat membuat orang-orang menjadi lebih kompak, lebih peduli, lebih sejahtera. Harapan yang tak sesuai harapan. Yang sudah kami singkirkan diam-diam.

Kami tak pandai berkomunikasi, tak pandai mencari solusi, tetiba langsung eksekusi. Itu yang menyebabkan kami otoriter. Tak peduli. Masa bodoh. Tangan besi. Koboi.

Bila ada orang berdiri di tepi jurang, kami mendorongnya jatuh. Bukan menariknya menjauh.

Kami barbarian.

😈

Rabu, 04 Juli 2018

Berkah Kepulangan

Bulan apa ini ya??? Juli 2018? Wow, sudah setahun berlalu sejak postinganku terakhir. Hahayyy...lama sekali tak mengudara ternyata😃. Banyak kejadian yang sudah tak ingat lagi untuk diceritakan. Banyak canda, banyak tawa, banyak tangis yang luput terbagi. Di antara sekian banyak kisah yang luput dibagi, ada satu yang membekas. Kisah kepulanganku ke tanah kelahiran beberapa minggu lalu.

Yah, aku pulang. Bukan untuk berlebaran. Bukan pula untuk bersenang-senang. Ibu terbaring di rumah sakit. "Penyakit perempuan" yang dideritanya mengharuskan beliau untuk dioperasi. Operasi ringan memang, namun tak urung membuat aku bergegas pulang.

Begitu pesawat mendarat di tanah kelahiran, aku langsung naik kereta menuju rumah sakit. Jam di tangan menunjukkan pukul 22.30. Setengah jam kemudian aku tiba di rumah sakit dan langsung ke ruangan tempat Ibu dirawat. Ibu yang tertidur perlahan terbangun saat kucium pipinya. Terjadilah adegan film India (😭) karena Ibu tidak menyangka aku akan pulang. 

Kabar kepulangan segera viral di grup-grup wa (hallah!). Tak disangka tak dinyana, teman-teman SD, SMP, SMA, bahkan PT, silih berganti menjenguk Ibu. Ada saja yang dibawa sebagai buah tangan. Ada saja yang diceritakan. Ada saja yang dikabarkan. Dan kehadiran mereka menjadi penyejuk bagi keluarga kami. #semogaAllahmembalaskebaikankalian

Kepulangan yang membawa berkah, demikian aku menyebutnya.

Entri Populer