Dia tak akan melewatkan acara yang ditayangkan oleh stasiun televisi berbayar itu. Acara yang menyajikan keterampilan melukis dan mewarnai: art attack. Saking fanatiknya, dia selalu menyetel alarm di televisi yang bertujuan untuk mengingatkannya kalau acara tersebut telah dimulai.
Acara itu sangat menyita perhatiannya. Model krayon yang bermacam-macam, cat air dan beragam bentuk kuasnya, perpaduan warna yang cerah, membuatnya betah berlama-lama memelototi televisi. Belum lagi kelucuan si pembawa acara yang kadang membuatnya tergelak. Ditambah hasil prakarya yang ditampilkan di acara itu, membuatnya berdecak kagum.
Bukan tanpa alasan dia seperti itu. Sejak berusia tiga tahun sudah kelihatan bakat "art attack"nya. Selalu mengikuti berbagai even lomba mewarnai, baik yang diselenggarakan oleh paudnya maupun pihak lain. Memang belum pernah meraih gelar juara tetapi gairah untuk bereksperimen dengan beragam warnalah yang membuatnya bersemangat.
Pernah ibunya mendaftarkannya ke sebuah sanggar lukis dengan harapan bakatnya dapat terasah lebih baik lagi. Sayang, pertemuan pertama di sanggar tersebut kurang mengena di hatinya sehingga dia terlanjur ilfeel dan tidak mau datang lagi ke sanggar itu. Alhasil dia belajar sendiri saja di rumah. Bersama program kesayangannya, art attack.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar