Kabut asap berarti liburan, yaaayy!!!!
Itu yang terbersit di benak dua sahabat karib itu. Yah, kabut asap yang rutin menyelimuti kota mereka setiap tahunnya, membawa kebahagiaan tersendiri bagi bocah-bocah yang masih berstatus pelajar sltp itu. Tidak mereka hiraukan dampak kabut asap bagi kesehatan mereka. Tidak, mereka tidak peduli itu! Yang mereka tahu, sekolah akan diliburkan setiap musim kabut asap datang.
Dan pada tahun ini, sekolah kembali diliburkan akibat kabut asap yang semakin menebal. Libur kali ini bahkan lebih panjang daripada libur kabut asap tahun lalu. Ini artinya waktu untuk menonton televisi, bermain game, atau bermedia sosial, juga akan lebih panjang. Apalagi orang tua mereka bekerja, tidak ikutan libur, berarti bebas dari pengawasan orang tua yang kadang-kadang nyinyir dan cerewet mengurusi mereka. Duh, seandainya kabut asap bisa terjadi sepanjang tahun....alangkah nikmatnya!!!
Apa yang menyebabkan kabut asap ini? Mengapa tiap tahun terjadi? Mengapa tak bisa ditanggulangi? Siapa yang harus bertanggung jawab? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tentulah tidak muncul di benak mereka. Tentulah tidak paham mereka dengan ISPU dan ISPA. Tak peduli mereka apabila ISPU sudah mencapai angka tertentu, seseorang akan menderita ISPA. Tak urusan mereka itu, tak kerjaan mereka itu.
Salahkah bocah-bocah itu???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar