Man.
Begitu dia sering dipanggil. Orangnya ramah, murah senyum, pada tetangga tak pernah usil. Rambutnya gondrong, rapi dikuncir dengan karet gelang mungil.
Man.
Silih berganti orang mengunjunginya. Tak peduli siang, malam, atau keesokan paginya. Membawa televisi rusak, kipas angin rusak, mesin cuci rusak, dan berbagai barang elektronik rusak lainnya. Semua diterima dengan senyum ramahnya. Tak ada keluh yang mengiringinya.
Man.
Di tangannya barang elektronik rusak menjadi layak untuk digunakan kembali. Tanpa susah payah mencari ganti. Pelanggan tersenyum puas, memberikan beberapa lembar uang kertas. Sebagai bukti dia bekerja keras.
Man.
Bekerja keras agar bisa membeli rumah. Supaya istri tak berkeluh kesah. Dan anak-anak menjadi betah. Segara pindah dari rumah kontrakan yang tak mewah. Membawa serta mimpi-mimpi indah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar