Nol-Dream Land*
Nayla tergopoh-gopoh sepanjang koridor. Dipicunya kembali semangat yang sempat kendor. Ia sadari jika pertemuan kali ini sedetik pun tak boleh molor. Demikian yang tempo hari berkali-kali diingatkan bosnya karena klien mereka adalah seorang pesohor.
Sementara*
Debur ombak menampar malam yang masih bugar. Desau angin menari di antara kepak sayap burung-burung camar. Bulan sabit baru saja menyunggingkan senyumannya yang lebar. Di atas bangku putar sambil memetik gitar, Nayla menyanyi dengan berselimut paras tegar.
Kulihat Awan*
Nayla memejamkan matanya di atas dipan. Di dinding bola matanya yang terpejam menempel gugusan awan-gemawan. Berbentuk bebungaan. Alamanda, akasia, kamboja, seroja, matahari, melati, seruni, hingga krisan.
Fantasi Dunia*
Setiap malam, Nayla menyanyikan lagu sebelum tidur yang tak pernah anaknya dengar di sekolah. Bercerita tentang dongeng putri dan pangeran yang tak lumrah. Cinta yang tak berakhir dengan nikah. Keluarga bahagia yang tak beribu dan berayah. Berharap pola pikir anaknya tak terjamah oleh konsep kebahagiaan yang mentah.
Gadis Korek Api*
Tiba-tiba muncul imaji para bocah laki-laki yang tak sabar untuk masuk ke bawah meja. Nayla membuka selangkangannya. Meski tak ada siapa pun di sana.
Insomnia*
Malam masih muda. Namun kantuk sudah mulai menggelayut di mata Nayla. Ia pun buru-buru menenggak bir botolnya yang ketiga agar matanya tetap terbuka. Nayla tahu, tidurnya tak akan berumur lama.
* Dikutip dari kumcer Saia by Djenar Maesa Ayu