Jumat, 10 Maret 2017

Ojek Jenggot




Setiap kali berpapasan dengannya di pintu masuk kompleks perumahan, dia melemparkan senyum padaku. Entah apa maksudnya. Tapi aku sendiri tidak nyaman dengan perlakuan tersebut. SKSD betul dia, kupikir. Teman bukan, sodara bukan, sok akrab bener. Jadi tak pernah kubalas senyumannya itu. Aku pura-pura tidak melihat saja. Dan dia tak jera. Tak pernah jera. Selalu mengulangi hal yang sama. Setiap hari. Setiap pagi, saat kami berpapasan.

Dia tukang ojek. Setiap hari mangkal di depan kompleks perumahan. Perawakannya sedang. Tidak terlalu kurus, tidak terlalu gemuk. Tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek. Jenggotnya tebal dan panjang. Di dahinya ada tanda hitam yang -kata orang-orang- menunjukkan dia rajin beribadah. Celananya ngatung, di atas mata kaki. Rompi birunya setia menemani.

Setiap pagi, saat ke kantor, selalu kulewati dia. Sepeda motor memang selalu kupelankan lajunya saat keluar dari kompleks. Dan bertepatan dengan itulah, mataku senantiasa tak sengaja tertumbuk padanya. Dia juga menatap. Melemparkan senyum. Tapi tak kubalas karena kuanggap dia iseng semata.

Suatu kali, saat pulang dari kantor, aku mendapati tiga helai jilbab syar’i terletak di atas tempat tidur. Ini contoh barang, kata suami, sekiranya Bunda ingin memakai jilbab syar’i. Aku yang memang sudah punya niatan ingin hijrah, langsung bersemangat mencoba jilbab-jilbab tersebut. Aku tertarik dan meminta suami membawakan contoh yang lebih banyak lagi. Suamiku menelepon seseorang dan membuat janji. Nanti malam teman Ayah yang jualan jilbab datang, katanya. 

Lelaki berjenggot itu tersenyum padaku. Dua buah bungkusan besar diletakkannya di atas meja tamu. Ini teman pengajian Ayah, kata suami, istrinya yang berjualan jilbab-jilbab ini. Aku terpana. Terpana dengan senyum yang familiar itu. Terpana dengan jilbab-jilbab yang menggoda hati. Terpana dengan apa yang terjadi.

“Istri saya titip salam, Bu. Maaf tidak bisa ikut karena harus jaga anak-anak,” katanya ramah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer