Minggu, 13 September 2015

ULANG TAHUN


dia sudah menandai tanggal kelahirannya itu di kalender sejak enam bulan yang lalu dengan tinta merah.

dia berharap dapat merayakan ulang tahun seperti teman-teman sekolahnya. mengundang teman-teman ke rumah, potong kue dan tiup lilin, memakai gaun yang indah, menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan membagikan bingkisan ulang tahun kepada setiap tamu yang datang. pasti akan sangat mengasyikkan karena dia akan mendapatkan kado sebanyak tamu yang datang.

pernah pula seorang teman merayakan ulang tahun di sebuah restoran siap saji. sangat meriah. ada badut, balon, makanan dan minuman yang enak, serta bingkisan berisi jajanan dan paket ayam goreng. semua anak bergembira. semua memakai pakaian bagus, apalagi yang berulang tahun. pakaiannya serupa dengan yang dipakai putri elsa di film frozen. cantik sekali.

tapi dia tahu ibunya tidak akan mengabulkan keinginannya. ibunya pernah mengatakan bahwa ulang tahun itu dirayakan dengan keluarga saja. dan kita harus berdoa, berterima kasih kepada Allah karena sudah diberikan umur dan kesehatan. sebenarnya dia tidak terlalu memahami mengapa ritual ulang tahun yang dilaluinya berbeda dengan teman-teman sekolahnya. tapi dia tidak pernah protes karena kata-kata ibu plus pelukan hangatnya membuatnya merasa tak perlu menyampaikan pertanyaan "kenapa" lagi.

jadi begitulah. saat ulang tahunnya datang lagi tahun ini, ritual itu kembali dilakukan. kecupan ibunya di pagi hari membangunkannya. ucapan selamat ulang tahun diterimanya dengan senang hati. lalu ibunya mengajaknya salat subuh dan berdoa mengucap syukur atas umur dan kesehatan yang diberikan Allah. setelah mandi dan sarapan, mereka akan memotong kue ulang tahun sederhana yang dibeli ibunya di toko kue. tanpa tiup lilin, tanpa gaun indah, tanpa nyanyian selamat ulang tahun, tanpa pesta.

tapi begitu pun dia sudah bahagia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer