Jumat, 25 Desember 2015

PEAK SEASON and A WISH



Musim liburan telah tiba. Tak ada yang dia lakukan selain duduk cantik di depan televisi. Yah, keterbatasan dana memaksa dia dan keluarga mengurungkan niat untuk bepergian di liburan akhir tahun ini. Ada yang lebih penting yang akan kita lakukan tahun depan, demikian kata suaminya. Sebaiknya kita persiapkan dana untuk itu.

Untungnya anak-anak mengerti. Tak menuntut pergi liburan meskipun beberapa teman mereka menghabiskan masa liburan ke beberapa objek wisata di luar daerah. Mereka memilih bermain dengan anak tetangga yang juga kebetulan "ngetem" di rumah. Atau bermain sepeda. Menonton televisi -sama seperti dirinya- dan membaca buku-buku favorit mereka.

Suaminya, seperti biasa, banyak menghabiskan waktu ke masjid. Salat berjamaah dan membaca Alquran di sana. Oh, mengapa dia tidak bisa seperti itu?? Lebih sering memanjatkan syukur ke hadirat Yang Mahakuasa atas kesehatan dan kemudahan yang ia peroleh sepanjang tahun ini? Itu mungkin lebih baik daripada menyia-nyiakan waktu di depan teve. Tidak usah ke masjid, cukup di rumah saja. Tetapi godaan setan memang berat untuk dihindari. Kenikmatan dunia lebih mudah untuk dilakoni. Astaghfirullah...

Hidayah tidak datang dengan sendirinya. Hidayah datang pada orang-orang yang mau mengubah dirinya. Dan dia bertekad mengubah dirinya. Tidak serta-merta. Tidak sekaligus. Dari yang kecil saja dahulu. Semoga saja tekadnya terwujud. Semoga saja setannya takluk.

I wish...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer