Pagi.
Lalu lintas ramai. Kendaraan silih berganti menguasai jalanan, ingin secepatnya sampai ke tujuan. Di pertigaan sempit, kendaran berhenti. Barisan mobil mengular, terhambat tak bisa jalan. Ada apa, seorang pengendara mobil bertanya pada seseorang yang datang dari arah berlawanan. Ada yang jatuh dari motor, jawab yang ditanya.
Seorang anak SMP yang membonceng adiknya yang berseragam SD, jatuh dari sepeda motor karena mencoba menyalip kendaraan di depannya. Aku tahu persis kejadian itu karena terjadi di depan mataku!
Siang.
Lalu lintas tak seramai pagi sehingga kendaraan leluasa bergegas. Jalanan yang lengang membuat sebagian pengendara seenaknya melaju kencang. Kalau tak hati-hati, nyawa bisa melayang. Dan apa yang ditakutkan, menjadi kenyataan. Decitan ban mengagetkan semua orang dan menghentikan laju kendaraan. Ada apa, seorang pengendara mobil bertanya pada seseorang yang datang dari arah berlawanan. Ada yang jatuh dari motor, jawab yang ditanya.
Seorang lelaki berbadan tegap jatuh dari motor dan nyungsep ke dalam got karena mencoba menyalip kendaraan di depannya. Aku tahu persis kejadian itu karena terjadi di depan mataku!
Sore.
Lalu lintas lebih ramai daripada pagi. Orang-orang ingin segera pulang dan membasuh diri. Lalu menghirup teh hangat yang disediakan istri. Berkendara seperti orang lupa diri. Tak lihat kanan tak lihat kiri. Lupa dengan yang namanya hati-hati. Di jalanan yang sedang diperbaiki, laju kendaraan mendadak terhenti. Ada apa, seorang pengendara mobil bertanya pada seseorang yang datang
dari arah berlawanan. Ada yang jatuh dari motor, jawab yang ditanya.
Perempuan gugup yang mengendarai motor matic itu jatuh karena mencoba menyalip kendaraan di depannya. Berdalih tak konsentrasi karena memikirkan anaknya yang sakit, ia jadi korban kelalaiannya sendiri. Aku tahu persis kejadian itu karena aku sendiri yang mengalaminya!
Padahal pertanda itu sudah ada 😕😕😕
Tidak ada komentar:
Posting Komentar