Kamis, 10 November 2016

Ibuku, Pahlawanku


Aku akan ceritakan ibuku apa adanya...

Meskipun dikenal cerewet, ibu adalah panutanku. Anak-anaknya bisa seperti sekarang karena buah dari kecerewetannya. Ibu memang tidak kenal basa-basi dalam bertutur. Apa yang tidak dia sukai, akan dicetuskannya langsung. Apa yang dia kagumi, tak kan disanjung-sanjung. Orang yang baru mengenalnya pasti memandang negatif. Namun orang yang sudah tahu wataknya, akan rindu untuk bertemu. Begitulah ibu. Tak sempurna. Apa adanya, tetapi sangat bersahaja.

Ibu tempat kami bertanya. Tempat kami berkeluh kesah. Tempat berbagi tawa. Selalu ada yang kurang bila ibu tak ada. Selalu ada yang hilang. Kecerewetan itu... Yah, kecerewetan itu dirindu saat tak bertemu ibu.
 
Tepat pada hari ini, Hari Pahlawan, ibu genap berusia 64 tahun. Masih ada sisa kecerewetannya. Di balik sifat cerewet itu, kata-kata bijak tetap mengalir dari mulutnya. Nasihat dan teguran, tak pernah lepas dari ucapannya. Doa-doa indah terus dipanjatkan untuk anak cucunya.

Selamat ulang tahun, Ibu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer