Rabu, 01 Februari 2017

Trauma


Setiap melewati jalan itu, terbayang olehku peristiwa yang mengenaskan itu. Padahal, kejadiannya sudah seminggu yang lalu. Masih lekat di ingatan posisi tubuhnya yang telentang tak berdaya di tengah jalan. Darah segar menggenangi bagian kepala. Beberapa lelaki muda menyongsong menghampirinya, mengangkat tubuh lemahnya ke pinggir jalan. Darah yang menetes dari bagian kepala, menunjukkan dahsyatnya peristiwa yang dialaminya.

Aku ada di sana. Terpaku tak bergerak.

Bagaimana aku bisa membantu. Melihat genangan darah itu saja aku lemas seketika. Kakiku tak kuasa bergerak. Kekuatan tubuhku sirna. Jadilah aku hanya terpaku, memandangi orang-orang yang sibuk membantu.

Setiap melewati jalan itu, genangan darah menghantuiku. 

Berita kecelakaan itu muncul di tevisi, surat kabar, dan media sosial. Bahwa dia, perempuan muda yang kulihat telentang tak berdaya di tengah jalan, adalah korban tabrak lari. Nyawanya terenggut seketika. Teriakan histeris ibunya terekam di kamera televisi yang menayangkan berita itu.

Setiap melewati jalan itu, suara kematian menyapaku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer