Selama aku tinggal di perumahan tersebut, setidaknya sudah tiga orang tetanggaku yang pindah malam. Pindah malam? Iya, pindah malam. Pindah malam maksudnya adalah pindah rumah pada malam hari. Bermacam alasan yang menyebabkan mereka pindah malam. Dan alasan tersebut biasanya berhubungan dengan "sesuatu" yang tak pantas diketahui khalayak.
Eh, puasa-puasa kok bergunjing ya???
Bukaaan, ini bukan bergunjing. Ini sekadar berbagi cerita tentang pindah malam. Aneh aja, gitu, hehehe... (ngeles.com)
Tapi beneran kok. Tetangga yang pertama tuh pindah malam sekitar 8 atau 9 tahun yang lalu. Awalnya aku melihat banyak orang datang ke rumah tersebut mencari bapak yang empunya rumah. Beberapa hari kemudian, rumah tersebut sepi, tak kelihatan satu orang pun di sana. Selidik punya selidik (baca: kepo), si bapak ternyata melakukan penipuan dengan modus menjanjikan orang-orang menjadi PNS. Yang berminat diharuskan menyetor uang sekian puluh juta rupiah dan dipastikan langsung dapat NIP. Alih-alih jadi PNS, malah jadi korban penipuan. Uang yang disetor hilang melayang. Jadilah si bapak masuk daftar pencarian orang.
Tetangga kedua yang pindah malam, lain lagi ceritanya. Tak ada angin tak ada hujan, raib aja tuh orang. Padahal, paginya masih kelihatan sarapan pakai ketan. (Hahaha, ini mah lebay). Beberapa hari kemudian, ramai orang berdatangan. Ternyata penagih utang (bahasa bulenya debt collector). Selidik punya selidik (masih dibaca: kepo), tetangga kedua punya utang di menong-menong dan tidak mampu lagi membayar.
Tetangga ketiga baruuu aja pindah malam kemarin. Dan alasannya tak patut aku paparkan di sini karena agak sensitif gitu (bah, curang...hahaha). Intinya, bila ada tetangga kamu, saudara kamu, atau kenalan kamu pindah malam, perlu dikepoi. Jangan-jangan ada sesuatu di balik kepindahan itu.
Ah, intuisi bergunjingku memang tinggi..... 😈
Tidak ada komentar:
Posting Komentar