Senin, 15 Desember 2014

Dialog


             "Bagaimana?"
“Apanya?”
“Rencana kita”
“Rencana yang mana?”
“Ah masa kamu lupa. Nanti malam katanya…”
“Oo, itu ya?”
“Iya. Bagaimana?”
“Mm…bagaimana ya? Aku bingung nih!”
“Kenapa harus bingung?”
“Anu, harus gelap ya?”
“Iya dong! Masa terang benderang, bisa ketangkap hansip nanti!”
“Aku takut gelap nih!”
“Kenapa takut? Nggak bakalan keliatan sama orang!”
“Janji?”
“Janji.”
“Aku masih ragu”.
“Kenapa?”
“Aku tidak biasa”.
“Mulai sekarang harus biasa”.
“Mana mungkin? Aku berasal dari keluarga baik-baik, tidak pernah diajarkan hal-hal yang menyimpang dari aturan…”
            “Pengecut kamu!”
“Bukan begitu, maksudku…”
“Ah, sudahlah! Aku cari yang lain saja!”
(pergi)
“Eh, tunggu Bang!”
“Apa lagi?”
“Maafkan aku, aku tidak bermaksud…”
“Kamu mau tidak?”
“Ya      mau sih, tapi…”
”Mau tidak?”
(berpikir)
“Bagaimana?”
“Iya deh!”
“Nah, gitu dong! Kata orang, sekali mencoba pasti ketagihan!”
“Tapi aku tidak tahu caranya, aku belum pernah mencoba!”
“Gampang, nanti kuberi tahu. Kalau soal begini tidak perlu dipelajari, yang penting ada keberanian dan kemauan!”
“Kamu sudah pengalaman ya?”
“Hus, sembarangan kamu ngomong!”
“Lantas, kamu tahu dari mana?”
“Sudah kukatakan, dalam melakukan hal ini hanya diperlukan keberanian dan kemauan. Pengalaman tidak penting. Dari mana aku tahu, itu juga tidak penting!”
“Ya sudah, jangan marah! Ngomong-ngomong, posisinya bagaimana?”
“Aku jongkok, kamu berdiri”.
“Berdiri? Yang benar saja!Jadi, kamu di bawah aku, begitu?”
“Iya, pakai alat bantu, nanti akulah yang masukin ke lobangnya!”
“Lama tidak?”
“Lama? Gila kamu. Santai saja!”
“Setelah itu?”
“Setelah itu? Ya…lihat saja nanti! Kamu kok cerewet amat sih?”
“Maaf deh, soalnya aku gugup sekali. Jujur saja, ini pengalaman pertamaku!”
“Aku juga, tapi aku berusaha tenang karena yang kita lakukan sudah sering dilakukan oleh orang-orang sebelum kita. Kamu percaya?”
“Apanya?”
“Bahwa kita bukan orang pertama yang melakukannya!”
“Aku percaya!”
“Kalau begitu, tidak ada masalah lagi kan?”
“Tidak!”
“Ya sudah, sampai nanti malam, oke?”
(malam)
“Kamu sudah siap?”
”Mungkin”.
“Lho, kok mungkin?”
(tertawa)
“Entahlah, gantian aku yang gugup”.
“Alatnya mana?”
“Ini, di balik celana!”
“Keluarkan dong! Ayo cepat!”
“Ugh, susah amat! Nah, ini dia!”
“Busyet, sebesar ini muat dalam celanamu?”
“Brengsek! Diam kamu!”
“Sst…dengar!”
“Apa?”
“Suara apa itu?”
“Lho, itu kan suara…”
“Guk…guk…”
(anjing menggonggong)
“Lariii….!!!”
(terdengar teriakan)

“Hooy…maliiing!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer