Kamis, 10 Maret 2016

GMT


Sedangkan matahari dan bulan pun tunduk kepada Allah, mengapa kita tidak???

Gerhana matahari total yang terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016 kemarin merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah. Sebagai manusia, tidak ada yang bisa kita perbuat selain mensyukuri dan menundukkan diri atas kekuasaan tersebut. Apalagi Allah memerintahkan hamba-Nya untuk bersujud saat gerhana terjadi (QS. Fushshilat:37). Kita juga dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan sedekah pada momen itu.

Dan demikianlah. Tumpah ruah manusia yang ingin melaksanakan salat khusuf terlihat di setiap masjid yang menggelar salat sunat gerhana. Isak tangis terdengar di saat khatib membacakan khotbah tentang betapa kecilnya manusia di hadapan Allah. Betapa tidak berdayanya kita sebagai manusia tanpa pertolongan-Nya. Dan betapa sombongnya kita dengan segala keterbatasan itu.

Ini adalah kali kedua aku melaksanakan salat gerhana. Tahun lalu, saat gerhana bulan terjadi pada 4 April 2015, aku masih sesak napas mengerjakan salat sunah gerhana saking panjangnya ayat-ayat yang dibaca imam dalam salat itu. Alhamdulillah, sesak napas itu tak lagi menghampiri saat kembali melakukan ibadah yang sama. Kemudahan itu semata-mata datang dari Allah yang berkuasa menaklukkan segala kesulitan yang dihadapi umat-Nya. 

Semoga fenomena langka GMT bukan dijadikan euforia sesaat, tetapi dijadikan sebagai momen penebalan ketakwaan kita kepada Allah SWT.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer