Ketika keluar dari pelataran parkir toko perlengkapan rumah tangga itu, perasaanku sudah tidak enak. Bukan karena barang yang kubeli hanya satu item (murah pula harganya!).... bukan, bukan karena itu. Bukan pula karena penampilanku yang saat itu gak karuan (sandal jepit, kaos pudar, wajah keringatan tanpa bedak). Jalan menuju jalan raya yang ada di depan pelataran parkir toko inilah yang membuatku ketar-ketir. Bagaimana tidak, jalannya lebih tinggi daripada jalan raya di sekitarnya. Bergelombang pula. Tentu menyusahkan bagi pengendara motor amatir dan berkaki pendek sepertiku. Apalagi aku akan menuju ke seberang jalan. Aku berani bertaruh, aku akan jatuh saat keluar dari pelataran parkir. Atau meluncur langsung ke jalan raya tanpa bisa mengendalikan laju sepeda motor saking gugupnya.
Sepanjang pengalamanku berkendara (aku belajar naik motor tahun 2012 dan masih amatir menurutku), sudah beberapa kali aku jatuh karena tidak bisa mengendalikan kendaraan di jalan yang tinggi atau bergelombang. Aku tipe orang yang mudah gugup dan panik. Sudah lima tahun mengendarai motor, tetap saja kegugupan dan kepanikan itu melanda. Apalagi kalau menyaksikan kecelakaan di jalan raya, aku fobia. Pake banget!!!
Jadi beginilah aku. Terpaku di jalan tinggi dan bergelombang yang membatasi pelataran parkir dan jalan raya. Di depanku, kendaraan lalu lalang tiada berkesudahan. Aku bermaksud akan melaju saat jalan benar-benar sepi. Tapi tampaknya jalan itu tak akan sepi dari kendaraan.
"Ibu mau menyeberang?"
Aku menoleh. Tukang parkir yang tadi mengutip uang parkir di toko perlengkapan rumah tangga memandangku.
"Iya, tapi tunggu sepi dulu...," jawabku sambil nyengir.
"Ayo, Bu. Biar saya tahan kendaraan yang dari sana supaya Ibu bisa menyeberang," katanya. Dia meletakkan peluit di mulutnya. Tangannya mengambil ancang-ancang hendak menahan laju kendaraan dari sebelah kanan jalan.
"Gak berani ah...," aku menolak. "Takut jatuh. Inikan jalannya tinggi. Kalau langsung jalan, saya bisa jatuh. Saya udah sering jatuh di jalan beginian...," aku malah curhat.
Tukang parkir tersenyum. Dia menawarkan bantuan untuk mengendarai motor dan membawanya ke seberang jalan. Tanpa banyak berpikir, aku mengiyakan. Kami bersiap menyeberang. Dia mengendarai motor, aku berjalan di sebelahnya. Sial bagiku, aku ketinggalan saat menyeberang. Kupandangi dia yang sudah berada di seberang dengan motor matic kesayangan. Pikiran buruk segera melintas. Bagaimana kalau dia tidak menungguku sampai ke seberang? Bagaimana kalau dia terus melaju dan kabur dengan motorku? Alamak....
Segera kutepis pikiran buruk itu. Aku menyeberang setelah ada kesempatan. Dia memberikan motor sambil tersenyum sabar.
"Terima kasih, ya...," suaraku terdengar serak.
"Sama-sama. Hati-hati ya, Bu...," suaranya terdengar ikhlas.
Aku segera melaju. Dalam hati kudoakan tukang parkir itu murah rezeki.
http://berutahits12.blogspot.com/2017/05/taipanqq-menguak-dalang-bom-kampung.html
BalasHapusKami tantang para bos semua yang suka bermain kartu
dengan kemungkinan menang sangat besar.
Dengan minimal Deposit hanya Rp 20.000,-
Cukup Dengan 1 user ID sudah bisa bermain 7 Games.
Kami juga akan memudahkan anda untuk pembuatan ID dengan registrasi secara gratis.
Untuk proses DEPO & WITHDRAW langsung ditangani oleh
customer service kami yang profesional dan ramah.
NO SYSTEM ROBOT!!! 100 % PLAYER Vs PLAYER