Selasa, 21 Agustus 2018

Puasa Arafah

Pukul 2.30 pagi dia sudah terjaga. Menanak nasi dan memutar tombol mesin cuci. Selagi kedua mesin itu bekerja, dia menyiapkan bahan-bahan masakan. Ikan mujahir sebelum digoreng ditaburi garam dan dilumuri air jeruk nipis. Tak lupa dibubuhi bumbu kunyit dan bawang putih agar lebih gurih. Tempe dipotong kecil-kecil berbentuk dadu. Rencananya tempe disambal dengan ikan teri. Rebusan buncis dan sawi juga disiapkan. Makan sahur hari ini tentu akan terasa nikmat dan segar dengan menu masakannya itu.

Yah, hari ini dia dan anak-anak sudah berniat berpuasa Arafah. Si sulung sudah mewanti-wanti agar dibangunkan sahur. Si bungsu tak mau ketinggalan. Semangat anak-anak membuatnya bersemangat pula bangun dinihari untuk memasak makanan kegemaran anak-anak.

Pukul 4 pagi, semua sudah kelar. Cucian sudah dikeringkan. Nasi sudah masak. Ikan mujahir sudah digoreng. Sambal tempe dan teri siap dihidangkan. Sayur bening masih mengepulkan asap ketika terhidang di atas meja makan. Teh manis panas untuk si sulung dan susu hangat untuk si bungsu telah pula tersedia. 

Bergegaslah dia membangunkan anak-anak. Anak-anaknya yang baik. Tiada susah untuk terjaga. Setelah membersihkan diri di kamar kecil, mereka menuju meja makan. Begitu melihat hidangan yang tersedia, anak-anak tersenyum suka. Terima kasih, Ayah, sahut mereka sambil mencium pipinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer