Jumat, 10 Agustus 2018, dia berpulang...
Iskandar Zakaria -kami memangginya Pak Is-, pegiat seni tradisi Kerinci yang murah senyum dan senang bersenda gurau. Kecintaannya pada warisan budaya Kerinci dibuktikan dengan kegigihannya mengoleksi dan mendokumentasi benda-benda seni yang terlupakan. Beliau bahkan rela menggunakan uang pribadi demi menyelamatkan warisan budaya itu. Rumahnya di Jalan R.A. Kartini No. 88, Sungaipenuh, Jambi, dijadikan sebagai museum tempat penyimpanan koleksi berbagai benda seni. Rumah tersebut juga dijadikan tempat berkumpul dan berlatih anggota Sanggar Seni Ilok Rupo yang dirintisnya.
 |
| Beberapa koleksi keris yang dimiliki Pak Is |
|
|
 |
| Salah sebuah tameng koleksi Pak Is |
 |
| Koleksi guci antik |
 |
| Koleksi bebatuan dari berbagai abad |
Pak Is kerap membantu kami saat riset di Kerinci. Tahun 2014, ketika kami mendokumentasikan tradisi lisan Kerinci, Pak Is adalah orang yang pertama kami tuju. Beliau yang membawa kami menemui para pegiat tradisi lisan tersebut. Demikian juga saat mendokumentasi cerita rakyat Kerinci pada tahun 2015, Pak Is tetap dimintai tolong. Perekaman kosakata Bahasa Kerinci yang kami lakukan pada tahun yang sama, juga tak luput dari tangan dinginnya. Dan Pak Is selalu menerima kami dengan tangan terbuka. Tak pernah marah atau kecewa. Tak pula jemawa.
 |
| Bertemu Pak Is sebelum mengadakan riset (2015) |
 |
| Bersama Pak Is sesaat sebelum melakukan perekaman sastra lisan (2015) |
 |
| Pak Is memantau persiapan perekaman kosakata Bahasa Kerinci (2015) |
Satu hal yang paling aku kagumi dari Pak Is adalah beliau tidak pernah alpa mengirimkan pesan singkat berisi ucapan Selamat Idul Fitri kepada semua kontak yang ada di ponselnya. Ini menandakan beliau tak pernah lupa dengan orang-orang di sekitarnya. Dan aku, adalah salah seorang yang beruntung mendapat sms rutin itu.
 |
| Saat pertama kali bertemu Pak Is (2014) |
 |
| Bersama Emak, istri Pak Is yang selalu tersenyum meskipun telah kami repotkan (2015) |
Sekarang Pak Is telah tiada, menyusul istrinya yang telah terlebih dahulu meninggalkannya. Semoga segala kebaikan yang beliau lakukan selama hidup menjadi ladang amal yang membawanya ke tempat terbaik. Istirahatlah dengan tenang, Pak Is. Giliran kami yang menjaga dan memelihara tradisi daerah.
 |
| Selamat jalan, Sang Maestro😭 |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar