Kamis, 05 Februari 2015

Kisah Seorang Anak (part 2)

ini cerita kilas balik
tentang seorang anak perempuan

saat beberapa minggu dalam kandungan
ibunya dalam kepayahan
mual muntah sepanjang hari
diikuti bercak merah tiada henti

ayah yang cemas
dengan susah payah mengumpulkan rupiah
agar ibu dibawa ke dokter spesialis kandungan
dokter senior
dokter yang paling top
dokter yang tak bisa dihitung dengan jari jam terbangnya
dengan harapan ibu dan bayi terselamatkan
sedini mungkin

dokter kandungan itu
dokter senior itu
dokter top itu
dengan bantuan usg
memeriksa dengan cermat
mendiagnosa dengan akurat
tak ada denyut nadi si janin
tak ada tanda-tanda kehidupan
kandungan harus digugurkan
kalaupun tetap diteruskan
si bayi akan lahir cacat

ibu pucat
ayah berusaha tenang
menggenggam tangan ibu yang sedingin es
lima tahun mereka menunggu sang buah hati
tetapi pilihan yang diberikan menusuk hati

dokter senior
yang berpraktik di rumah sakit terkemuka di kota itu
menyodorkan surat persetujuan
yang harus ayah tandatangani
agar tindak dilatasi
dilakukan hari itu juga

ayah dan ibu menggeleng
memilih pulang dulu ke rumah
menjernihkan pikiran dan menenangkan diri

seorang teman baik
menganjurkan mencari opini kedua
dari dokter kandungan yang lain

anjuran diikuti
malamnya mendatangi dokter kandungan lain
keluhan disampaikan
unek-unek dikeluarkan
dokter kandungan itu memeriksa hasil usg
tersenyum kebapakan
kandungan baik-baik saja
tidak ada yang perlu dicemaskan
dokter meresepkan obat
ibu disuruh banyak istirahat

janin itu
yang awalnya harus digugurkan
sekarang sudah berusia enam tahun
sehat wal afiat
tak kurang satu apapun


(inspired by a true story)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer